Aku, Gempa dan 1 Ramadhan 1428H

Kemarin, sampai di rumah sekitar jam 18:40 WIB, langsung ambil wudhu trus sholat maghrib. Setelah sholat, liat di tv ada berita gempa di Bengkulu berkekuatan 7,9 SR! Langsung kepikiran Amri, partnerku  dalam project bill payment di Bank Bengkulu yang sejak hari minggu, 9 Oktober 2007 lalu sudah berada di Bengkulu untuk keperluan UAT.

Gimana ya situasi dan kondisi di sana? Apa Amri dan warga lain selamat? Ada korban jiwa ga?

Setelah percobaan menelpon Amri berkali-kali gagal, akhirnya aku putuskan untuk mengirim SMS saja. Tak ada laporan SMS terkirim. Putar otak gimana caranya menghubungi dia. Akhirnya aku coba menelpon Dika, pihak vendor yang ikut dalam project ini yang juga sedang berada di Bengkulu. Satu kali percobaan menelpon gagal. Dua kali gagal. Ok, mungkin jaringan telekomunikasi seluler sedang bermasalah akibat gempa. Akhirnya cuma bisa berharap mendapat kabar dari tv.

Sementara itu, Ayah berangkat tarawih tanpa aku dan Aqeela. Iya tarawih. Hari ini adalah tanggal 1 Ramadhan 1428H, jadi sebagian besar umat muslim bertarawih dimulai dari kemarin malam. Aku memutuskan tarawih di rumah saja. Ga yakin bisa handle Aqeela di suasana tarawih (Aqeela sangat aktif dan jarang sekali bisa duduk manis dalam waktu lama. Err.. seingatku ga pernah bisa duduk manis dalam waktu lama ding. :-D).

Tak lama setelah Ayah pergi ke masjid, ada SMS masuk.

“Pesan untuk anda: nomor 0818XXXXXXXX dapat dihubungi kembali.”

Rupanya dari Dika. Aku langsung menghubungi nomor Dika dan mendapat keterangan bahwa mereka (setidaknya terdiri atas: Dika, Amri dan beberapa orang Bank Bengkulu) selamat. Saat terjadi gempa pertama kali (well, yeah, gempa terjadi berulang kali), mereka sedang berada di pantai. Tapi saat aku menelpon Dika, Amri sedang tidak bersama Dika. Dika mengatakan akan memberitahu Amri untuk mengabariku. Uh-uh.. Tetap belum yakin dengan kondisi Amri. Sekitar 10 menit kemudian ada SMS dari Amri mengabarkan bahwa dia selamat. Ufh.. Alhamdulillah. Tapi aku tetap tidak bisa menelponnya. Gapapa, yang penting masih bisa bertukar kabar lewat SMS. Sampe sahur tadi pagi, Amri belum berani kembali ke hotel dan memilih untuk tidur dalam mobil karena gempa susulan yang masih sering terjadi.

Hm… 1 Ramadhan ini diawali dengan serangkaian gempa yang juga dirasakan Malaysia dan Singapura. Jadi mikir. Alhamdulillah Allah masih “menyampaikan” umurku di ramadhan ini. Tapi, gimana kalo ini ramadhan terakhirku? Ugh!

Selamat menjalankan ibadah puasa, sahabatku…

Advertisements

4 thoughts on “Aku, Gempa dan 1 Ramadhan 1428H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s