Time to Heal

I’m done. Yang kemarin itu, udah selesai. My boss took care of it. Sekarang saya berhutang penjelasan ke boss gede (atasannya boss-ku langsung), setelah kemarin saya masih berkaca-kaca juga waktu mencoba menjelaskan, dan akhirnya pak boss gede meminta saya untuk cooling down dulu. Setelah saya siap, saya bisa menghadap beliau lagi.  

Hari ini, aku sudah bisa melihatnya dari sisi yang lain. Bisa menceritakan sekaligus menertawai peristiwa kemarin.  Karena aku ga pengen ini menjadi sesuatu yang ‘serius’ di hatiku. Aku ingin memaafkan, mengambil pelajaran. Menertawai tangisku kemarin adalah salah satu caraku untuk introspeksi. Bahwa yang kemarin itu, bisa jadi bukan sesuatu yang “segitunya” sampai harus membuatku emosi lalu ujung-ujungnya nangis.

Tapi tetap saja, sebisa mungkin, saat ini aku akan menghindari berurusan dengan tempat she works. Ga dulu deh. Daripada erupsi yang ku tahan kemarin, meletus lagi. Ga sih, ga dendam. Setidaknya aku MENCOBA untuk ga dendam. I just need some times to heal (minjem istilahnya Linderman of Heroes *halah*).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s