Efek Berenang Part II

Akhirnya kami memutuskan untuk tetep stay cool and lovely dan tentu saja observasi. Asli, sebenernya rasanya dag dig dug duer di dada. Sempat terlintas pikiran yang kelewat kreatif yang semuanya diawali dengan “gimana kalo ternyata Aqeela..”. Kalo dah gitu langsung ambil nafas panjang dan mensugesti diri sendiri bahwa Aqeela akan baik-baik saja. And there’s gonna be a way out. Allah will always help us…

Sementara itu, di rumah, Aqeela tetap menolak jika ditawari pipis. Rupanya dia trauma untuk pipis karena tiap kali pipis rasanya sakit. Dan praktis dia hanya pipis saat mandi, itupun dengan tangisan yang memilukan. Ikut sakit rasanya liat dia kayak gitu. Untungnya pospak yang dipake slama tidur malem penuh sama air kencingnya. Lumayan lega lah. Dikit doang leganya. Karena pas bangun tidur sampe mandi pagi, Aqeela ga mau pipis.

Keesokannya, Aqeela tetap sekolah karena menurut ayahbunda, Aqeela tampak sehat seperti biasa kecuali fakta bahwa dia ga mau pipis secara sadar. Di sekolah pun dia tetap ga mau pipis. Total selama 8 jam dia ga pipis! Semakin ketar ketir ini hati, karena tindakan Aqeela menahan pipis kan bisa menyebabkan ISK. Argh… I wished I knew what to do. AKhirnya diputuskan untuk periksa ke markas sehat setelah sebelumnya membuat janji dengan suster evi. Pengennya sih ketemu ma dr. Ian karena sebelumnya sempat dua kali telpon blio untuk konsultasi masalah ini. Ternyata bukan jadwalnya dr. Ian, ya sud gapapa. Bunda ma Ayah pulang dari kantor lebih cepat supaya ga kena macet dan bisa sampe markas sehat tepat waktu.

Sesampainya di rumah, mbak Ike langsung laporan kalo Aqeela dah mau pipis pas mandi sore. Dan ga pake nangis samsek. Alhamdulillah… Terima kasih ya Allah…

Aqeela sibuk banget ngomong: “Aqeela kan udah sembuh ya Bunda?” berkali-kali. Hihihi..

Ya udah deh batal ke markas sehatnya.

Tapi sampe malam sebelum tidur Aqeela tetep ga mau pipis juga. Oalah Gusti.. ada apa tho ini? Kirain dah sembuh 100%..

Besoknya ayahbunda kompakan untuk ga masuk kerja karena pengen menemani Aqeela yang ternyata masih ga mau pipis. Hiks.. Rasanya hari berjalan dengan lambat. Bunda ngitungin terus, sudah berapa jam Aqeela belum pipis.. terakhir pipis kan di pospak sisa semalem.. kapan dia mo pipis ya..

Sampe… pas lagi maenan lego ma Bunda, Aqeela tiba-tiba berdiri dan bilang kalo dia mo pipis. Wuiih.. itu bibir bunda langsungΒ  memamerkan senyuman yang lebar tanda lega dan syukur yang luar biasa. Alhamdulillah selanjutnya berjalan seperti biasa. Kuncinya adalah jangan tawari Aqeela untuk pipis. Karena dia masih berjuang melawan trauma atas rasa sakit yang pernah dia rasa. Kesimpulannya sih: mungkin ada luka or lecet di sekitar kemaluannya yang diakibatkan oleh gesekan baju renang or ban bebek renang yang saat pipis akan sangat perih sekali.

Alhamdulillah tidak ada sesuatu yang serius dan alhamdulillah juga, ayahbunda sukses untuk ga panik berlebihan sehingga kami diberi kesempatan untuk berpikir lumayan jernih. Alhamdulillah ya Allah… rahmat-Mu tak pernah ada habisnya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s