Big Bad Wolf Book Sale Jakarta 2016

Ke sini tu harus banyak persiapan, di antaranya adalah persiapan:

✔Mental yang siap untuk berada di kerumunan banyak sekali orang lalu antri, antri dan antri serta jalan jauh. Hihihi..
✔Fisik yang prima
✔Bekal (minum, snack, uang, kartu debit, dll)
✔Alas kaki dan baju yang nyaman

Dan acara ini menurutku cukup terorganisir dengan baik dengan panitia yang ramah dan suka menolong. Tapi aku gatau sih apakah panitianya rajin menabung trus single atau ga. 😝

Yang ga kalah pentingnya adalah faktor harga buku yang murah. Sungguh. Murah. Sekali.

Buku impor dimulai dari harga 30ribu dan buku lokal terbitan Mizan dimulai dari 5ribu rupiah saja. Bagi yang anaknya suka seri KKPK, di sini KKPK dibandrol dengan harga 10ribu rupiah saja.

Oya acara ini konon katanya diperpanjang sampai 9 Mei 2016 dan setiap harinya berlangsung selama 24 jam. CMIIW..

Sekian dan selamat berburu buku..

#BigBadWolfBookSaleJakarta
#ICEBSD
#bbwjkt – at The Big Bad Wolf Book Sale Jakarta @ Indonesia Convention Exhibition BSD

View on Path

11

11 tahun. 11 years.

Alhamdulillah… MashaAllah..

What a ride. A roller coaster ride. It has ups and downs. It’s sometimes scary and other times it’s exciting. It’s not always about happiness but in the end of the day it will always be home.

Dear, suami, let’s enjoy this ride for many many years to come. Till death do us part..

Semoga Allah menjadikan kita keluarga sakinah mawaddah warrohmah.. Aamiin..

#11thAnniversary – with Agus

View on Path

Beautiful Belitung

IMG_20160402_094907_HDR
Aqeela di Danau Kaolin

IMG-20160402-WA0006

Trip ke Belitung ini terdiri atas banyak sekali pengalaman pertama, baik itu buatku juga buat Aqeela. Inilah pertama kali kami ikut open trip, menginjakkan kaki di Belitung, island hopping, snorkeling, pertama kali juga pergi berdua tanpa ayah dan Ava. Ya walopun ada Tante (sepupuku) dan Eyang (adeknya ibuku) yang ikutan juga.

Awalnya gegara ada temen kantor, Asti, yang cerita kalo dia berdua temannya, Kiki, lagi nyari tiket buat ke Belitung, akupun langsung nanya-nanya lebih lanjut dan tertarik untuk gabung juga. Trus ga berapa lama Tante bilang kalo kepengen jalan-jalan. Aku ceritain soal Belitung dan.. Jadilah Geng Belitung Cihuy! Ahahaha…

Ga sedikit juga yang nanya kenapa ga sama Ava juga perginya. Atau sekalian berempat sama ayah. Jadi… kalo ikut open trip menurutku sih ga bijaksana dan kurang sesuai kalo bawa anak kecil usia TK semacam Ava. Karena kan itinerary udah disusun rapi dan rombongan harus ikutin dengan strict, trus ada anggota rombongan selain kita sendiri yang itu semua membuat trip itu ga bisa fleksibel seperti kalo kita pergi trip sendiri. Belum lagi ada agenda island hopping dan snorkeling yang, sekali lagi menurutku, Ava terlalu kecil untuk ikuti. Semoga lain waktu pas Ava udah cukup umur kami berempat berkesempatan untuk wisata ke Belitung lagi. Aamiin…

So how’s Belitung? Definitely a must visit destination! Why? I will tell you why…

  1. It’s breathtakingly beautiful! No more words for this. Just check the pictures 🙂
  2. It’s also educational. Ada wisata ke museum, rumah adat, ke rumah Ahok dan replika Laskar Pelangi.
  3. Its people are so warm, welcoming and friendly. Selain itu orang Belitung digambarkan oleh Andrea Hirata sebagai orang yang sangat suka menghabiskan waktu di warung kopi, dan itu memang terbukti. Di beberapa sudut kota ada banyak warkop tersebar dan ramai dikunjungi penduduk lokal maupun turis. Jadi, jangan lupa cobain juga ngopi di Belitung.
  4. Delicious food. Mie atep! Anak-anak suka banget. Dan bisa dibawa ke Jakarta juga sebagai oleh-oleh. Selain itu ada teri krispi, kerupuk cumi, otak-otak, kepiting isi yang juga enakkkkk… Yum!!! #foodgasm

This slideshow requires JavaScript.

Walopun selama 3 hari di Belitung setiap di atas jam 12 siang mulai mendung trus lama-lama hujan, tapi tetap ga mengurangi keindahannya.

Ini foto-foto hari kedua:

IMG_20160403_094939_HDR
Pulau Batu Garuda
IMG_20160403_101213-01
Pulau Pasir
IMG_20160403_101957_HDR
Patrick!
IMG_20160403_103746
Pulau Batu Berlayar
IMG_20160403_104418_HDR
Pulau Batu Berlayar
IMG_20160403_115934_HDR-01
Pemandangan dari atas mercusuar di Pulau Lengkuas
IMG_20160403_130229_HDR-01
The Snorkeling Squad
IMG_20160403_163649_HDR
Pantai Tanjung Tinggi atau lebih populer dengan Pantai Laskar Pelangi
IMG_20160403_164256
Geng Belitung Cihuy :p
IMG_20160403_165155
Yak.. #terTuris lagi :))

Gimana? cantik banget kan pantai dan pulaunya… Dengan pasir putih yang lembuttttt… Butirannya tu beneran lembut banget deh. Air lautnya jernih dan transparan. Sayang pas mau snorkeling langit sudah mendung gelap dan 10 menit kemudian hujan. Jadi terumbu karang dan pemandangan bawah laut lainnya tidak begitu jelas terlihat.

Open trip ini kami menggunakan jasa travel agent Rani Journey dan untuk itinerary bisa di cek di sini. Penerbangan ke Belitung dari Jakarta dan rute sebaliknya saat ini sudah cukup banyak dan dapat ditempuh dalam waktu 50 menit saja. Iya dekat ya ternyata.

Ahhh.. Gegara nulis posting ini jadi kebayang-bayang lagi kan trip ke Belitung… Pengen ke sana lagi…

So, what are you waiting for? Go visit Belitung! 🙂

 

Tentang Sahabat

why
gambar dari sini http://www.jermainelane.com/

Kemarin ketemu sahabat lama jaman kuliah yang sudah sekitar 7-8 tahun ga ada komunikasi sekali. Harapan: bisa catch up soal kehidupan masing-masing, cerita nostalgia, becanda, dan lain-lain yang singkatnya: edisi bahagia. Tapi oh tapi, kenyataan: dia “dingin” dengan bahasa tubuh yang jelas-jelas memberi sinyal that he was not happy to meet me. Sedih? Iya. Patah hati lebih tepatnya. Iya. Aku. Patah. Hati. Untung ga sampe berkeping-keping jadi patahannya bisa aku ambil dan satukan lagi. *sigh*

Lalu terputarlah kenangan di otakku gimana deketnya kita dulu dengan diiringi soundtractk Sebuah Kisah Klasik by Sheila on 7. Makin sedih deh jadinya. Beneran sedihnya… Trus mulailah menganalisa dan over thinking, dengan seribu kali mengulang kata tanya: kok bisa? kenapa? why? ada apa?

And the rest of that day, I couldnt help but being sad.. So sad that it made me dizzy… Lebay ya? *drama queen detected*

Tapi trus ya sudahlah ya.. Disyukuri saja kalau dia tampak baik-baik saja, sehat walafiat dengan karier yang sepertinya bagus di sebuah perusahaan BUMN besar di negeri ini. Mari kita berprasangka baik saja bahwa ya mungkin dia merasa canggung setelah sekian lama ga berkabar denganku. Atau seperti seorang teman bilang, dalam waktu 7-8 tahun seseorang bisa saja sudah banyak berubah. Jadi ya.. sudahlah..

*ambil nafas panjang*

Dear friend, I am not mad at you. I still hope one day we can be friends again. Stay blessed and happy..

[EF#19] How I Remember Him

So this is my second entry for BEC. And If we talk about the memorable relationship, then mine would be.. my relationship with my father. I call him Bapak..

This was taken during his last hospital days. This was also the last pic I took with Bapak.
This was taken during his last hospital days. This was also the last pic I took with Bapak.

He was always my first love and role model (or superhero, kids these days may refer). Bapak was a very patient, caring, tender, wise and loving person. And I can say that he was the most of all. The wisest, most patient, caring, tender and loving person I’ve ever known. He sure has set the bar high for man’s qualities. Not that I blame him for that. I am forever grateful for that. 🙂

So this is how I see my father as:

My first love

Disclaimer: please bear with me. People tend to exaggerate things when they speak about people they love. I may be one of them. 🙂

So, Bapak was a very charming and lovable person. I remember, in most of gatherings or social agendas that we attended, he would always be the center of attention. But he didn’t have anything to do with that. That was just the way he was. He attracted people’s eyes and attentions in a good way. With other qualities he had, he was always my first love. I mean, what’s not to love from him?

Not that he was some kind of flawless angel. Of course he wasn’t. It’s just when you deeply fall in love with someone, any flaws of him/hers won’t matter anymore.

That’s exactly what happened to me.

My role model

I always look up to him since I was little. For he led by example. He taught me about discipline, responsibility and hard work. And all my life, I can see those things were always in his blood. Speaking about hard work, he was a civil servant during the day and a lecturer during the night. He also showed me that learning is a lifetime process. He got his post graduate degree when he was almost 60 when his eyesight had worsened.

Just like any other relationship, ours had its ups and downs too. As years go by, I may can not recall most of the memories of him with me, or what exact things he did or said to me. But  I will always be sure that what I can remember of my relationship with Bapak is that with him, I feel so loved, cared, and precious. Because that what Bapak also means to me: love, caring and precious.

I miss you, Bapak. But you are in a better place now..

“I’ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.” ― Maya Angelou