Persamaan dan Perbedaan

Pagi ini di toilet kantor, aku dan salah seorang teman membahas persamaan kami, yaitu sama-sama belum batal puasa dan sama-sama telat menstruasi. “Padahal mah.. masa-masa bete (PMS) dah lewat…”, gitu kata saya. Tapi kok si bulan tak kunjung datang. Kami pun membahas kemungkinan bahwa teman saya itu bisa saja sedang hamil, which is such a good thing buat dia yang pengantin baru dan kepengen banget hamil. Pagi hari sebelum ke kantor, suami saya pun sempat membicarakan kemungkinan kalo saya hamil lagi. What?!?!?!? It’s just not now. Not the right time. (pembenaran n pengelesan..)

Lalu siang ini masih di toilet kantor, aku mendapati kenyataan bahwa aku akhirnya “dapet”. Dan temanku itu… mendapati kenyataan bahwa hasil uji urine-nya menggunakan testpack menunjukkan kemungkinan besar bahwa dia hamil. Alhamdulillah…

Two different things happen to me and my friend. But, both of us are soooo grateful and relieved for different reasons. Ufh… if you know what I mean. Hehe…

Advertisements

Bola Pipis

Sudah jadi kebiasaan kalo aku tiap hari di kantor slalu nelpon ke rumah, ngecek keadaan Aqeela. Acara telpon-telponan kemarin sumpah lucu abis. Ga percaya? Ni dia kutipannya: 

Bunda: “Aqeela ngapain Ma?”

Eyang: “Itu lagi mainan.. Sibuk sendiri dari tadi.”

Aqeela: “Eyang.. eyang…”

Eyang: “Iya.. Apa Dek?”

Aqeela: “Bola.. bola..”

Eyang: “Bolanya kenapa?”

Aqeela: “Pipis.. pipis..”

Eyang: “Huahahaha…”

Bunda: “Napa Ma?

Eyang: “Itu Aqeela bilang bolanya pipis.. gara-gara bolanya masuk kamar mandi”

Bunda+Eyang: “Huahahaha….”

Like Eagle

bald-eagle.gifUngkapan “Life begins at 40” ternyata juga berlaku untuk burung Elang. Menurut hasil penelitian (ntar sumbernya dicari lagi deh, yang jelas saya dapat info ini dari slide yang ditampilkan waktu pengajian di kantor, kemarin), Elang adalah burung dengan tingkat harapan hidup yang tinggi, yaitu 70 tahun.  Tapii… untuk mencapai umur 70 tahun tersebut Elang harus membuat keputusan penting di umur 40 tahun.

Di umur 40 tahun tersebut, kondisi fisik Elang bisa dibilang at their lowest point, yaitu:

  • paruhnya memanjang katanya sampai hampir menyentuh dadanya *ga kebayang!*
  • bulu-bulunya tebal dan berat sehingga memperberat kerja sayapnya
  • cakarnya melemah sehingga ia mengalami kesulitan menangkap mangsa

Untuk itu, Elang harus mengambil keputusan antara “dying” dengan kondisi fisik yang melemah atau.. melakukan perubahan ekstrim yang menyakitkan.

Semua elang memilih pilihan yang sama, yaitu melakukan perubahan. Maka, di usia 40 tahun, elang akan menuju ke puncak gunung untuk mengasingkan diri dan berubah. Perubahan yang dilakukan dimulai dengan menabrakkan paruhnya yang panjang dan melengkung sehingga paruhnya patah. Lalu elang tersebut menunggu tumbuhnya paruh baru. Jika paruh baru sudah tumbuh, maka elang akan mencabuti kuku-kuku cakaranya supaya tumbuh kuku-kuku baru. Jika kuku-kuku barunya sudah tumbuh kuat, maka kuku-kuku itu dipakainya untuk mencabuti bulu-bulu panjang dan tebalnya supaya tumbuh bulu yang baru. Demikian panjang proses yang harus dilaluinya. Ga tanggung-tanggung, proses tersebut memakan waktu kurang lebih 5 bulan! Dan selama itu pula, elang tersebut tidak makan! Wow!

Subhanallah ya.. Ternyata segitu beratnya perjuangan Elang untuk bertahan hidup, another 30 years. Lalu kita? Manusia? Mari kita belajar dari elang…

“Allah tidak akan merubah (nasib) suatu kaum, kecuali (kaum) melakukan perubahan..”

Gambar dari sini.

Aqeela Siang Ini

Siang tadi aku nelpon Aqeela, my almost-16-month-old daughter. Dialog yang terjadi kurang lebih seperti ini:

Bunda (B): Halo Aqeela.. Lagi ngapain?

Aqeela (A): Mam.. ma..em..

B: Maem apa?

A: Bu-da.. Bu-da… (bunda menurut versi Aqeela)

B: Iya sayang.. Knapa? Ada apa?

A: Pip-pis.. Pip-pis…

Dan obrolan pun berakhir karena Aqeela… pipis! Hehe…

istirahat siang ini

Alhamdulillah abis dapet bonus dari kantor. Alhamdulillah aku ga kalap belanja. Alhamdulillah aku bisa mengontrol nafsu konsumtif. Alhamdulillah jalan-jalan barusan aku bisa menahan diri dengan hanya beli 2 bros.

Tapi… minggu depan rencananya pengen beli tas ama jilbab buat mertua. Moga-moga aku masih bisa menahan diri untuk ga kalap belanja. :d